Overmacht krn kebijakan penguasa ]
MA mengakui bahwa munculnya tindakan administratif penguasa yg menentukan atau mengikat adalah suatu kejadian yg tdk dpt diatasi oleh para pihak dlm perjanjian dan dianggap sebagai overmacht sehingga membebaskan pihak yg terkena dampak dari mengganti kerugian. Overmacht tsb bersifat relatif yg mengakibatkan pelaksanaan prestasi secara normal tdk mungkin dilakukan atau utk sementara waktu ditangguhkan sampai ada perubahan kebijakan atau tindakan penguasa yg berpengaruh pada pelaksanaan prestasi (MA No. 3389 K/PDT/1984).
Penulis: Agustinus Payong Dosi
PENITIPAN & PINJAM MEMINJAM
HAK SERVITUUT
Hak servituut / hak pengabdian pekarangan adalah hak yg dimiliki oleh seorang pemilik tanah / pekarangan utk memperoleh “kemudahan jalan” keluar masuk tanah / pekarangannya, yang wajib diberikan oleh tetangganya. (Vide : Psl 6 UU No.5/1960, Psl 674 sd Psl 710 kuhper, MARI No. 38 K/ 2008).
ASAS-ASAS PERJANJIAN (Ref : Dr. Herlien Budiono, SH)
Asas perj ada 4, yaitu : 1. Asas Konsensualisme / consensualisme : Perj ada krn ada “perjumpaan kehendak (consesnsus) bebas” para yg membuatnya tanpa melihat bentuk atau formalitas tertentu. Perj. lisan sah bagi pihak yg membuatnya, jika ada sangkalan maka dapat mengajukan saksi yg menyaksikan dan mendengar kesepakan lisan tsb. 2.Asas Kekuatan mengikat (verbindendekracht der overeenkomst) : Perj yg dibuat para pihak mengikat dan berlaku bagi para pihak seolah undang-undang (Psl 1338 ayat 1 kuhper – Adagium : pacta sun servanda). 3. Asas Kebebasan berkontrak (contractsvrijheid) : Para pihak bebas menentukan bentuk dan isi suatu perj. dg syarat : tdk bertentangan dg uu yg sifatnya memaksa / dwingendrecht, ketertiban umum dan kesusilaan. 4. Asas Keseimbangan / evenwichtsbeginsel : Kuhper yg dibuat penjajah Belanda sesuai dg tata nilai n falsafah hukum barat perlu disesuaikan dg kesadaran hukum (adat) bangsa Indonesia yaitu gotong royong, kekeluargaan, rukun, patut dan laras. Dlm praktek peradilan di Indonesia asas keseimbangan yg dikaitkan dg rasa keadilan masy sdh diterapkan, misalnya : dlm hal bunga pinjaman uang yg melebihi bunga bank pemerintah maka atas permintaan pihak yg dirugikan, besaran bunga dpt direview oleh hakim, perj yg memuat klausula standard / baku al perjanjian leasing, perjanjian kredit bank, dan polis asuransi dpt juga direview hakim atas permintaan pihak yg dirugikan.
PEMBERIAN KUASA
Pemberian kuasa adlh perjanjian dg mana seorang memberikan kekuasaan kpd seorang lain, yg menerimanya, utk dan atas namanya (pemberi kuasa) menyelenggarakan suatu urusan (psl 1792 kuhper). Kuasa ada 2, Kuasa Umum (psl 1796 Kuhper) dan Kuasa Khusus (psl 1795 kuhper). Pemberian kuasa umum dirumuskan dlm kata2 yg umum dan “hanya” meliputi perbuatan – perbuatan pengurusan. Jika kuasa utk melakukan suatu perbuatan yg hanya bisa dilakukan oleh seorang pemilik al perbuatan menjual harta benda maka diperlukan suatu pemberian kuasa dg kata2 yg tegas. Pemberian kuasa secara khusus hanya utk suatu kepentingan tertentu yang dinyatakan secara tegas dlm surat kuasa sekalipun isi kuasa itu meliputi segala kepentingan pemberi kuasa.
HUKUM PERJANJIAN
(Disadur dari Fred B.G. Tumbuan)
3 asas hkm perikatan : kebebasan berkontrak (bentuk /vorm dan isi/inhoud), kekuatan mengikat perj (verbidende kracht van de overeenkomat), hanya mengikat para pihak (psl 1315 dan 1340 kuhper). Pengecualian : ada perj formal /formale contracten dan perj riil / reele contracten. Cth perj formal : hibah saham hrs dg akta otentik (psl 1682 jo 1687 kuhper). Tujuan hibah dg akta otentik utk melindungi para pihak, beda klu mendirikan pt hrs dg akta otentik tujuannya utk melindungi pihak ketiga (psl 38 dan 39 kuhd).
Perj. Riil ialah perj yg baru lahir apabila benda / zaak yg menj objk perj diserahkan / levering. Keharusan menyerahkan brng merp. syarat mutlak disamping sepakat. Dkl kata sepakat tdk cukup. Mis a dan b sepakat blm depan b pinjam buku milik a, selama buku blm diserahkan maka perj a dan b blm sah. Mengenai isi perj. ada ketn. fakuktatif / aanvullend recht dan ada ketn yg memaksa / dwinvend recht. Mis psl 1583 kuhper : perbaikan kecil pd rmh yg disewa menjadi tanggungjawab penyewa. Tapi boleh dijanjikan perbaikan besar jg jd tj penyewa. Ketn yg memaksa mis masa percobaan bg buruh adlh 3 bln. Perj yg melanggar keten yg memaksa tdk sah dan batal karena hukum. Perj jg dpt batal karena tdk memp sebab yg halal / geoorloofde oorzak (psl 1320 ayat 4 kuhperd). Hub antr asas kebebasan berkontrak dg asas kekuatan mengikat perj / verbindende kracht van de overeenkomst ialah pembuat uu memberi kebebasan kpd para pihak utk mengatur sendiri hub hkm antara mereka melalui perj sekaligus memberikan kekuatan hkm yg mengikat terhdp isi perj / pacta sunt servanda. Hanya perj sah yg mengikat. Perj yg cacad krn tdk adanya sebab yg halal atau tdk adanya kata sepakat tdk memp. kekuatan hkm mengikat (Psl 1320 kuhper). Perj itu dibatasi oleh itikad baik dan keadaan memaksa. Perj itu sah jika dilaksanakan dg itikad baik. Itikad baik artinya perj itu dpt dilaksanakan apabila ada kewajaran dan kepatutan. (Vide psl 1339 kuhper : perj itu tdk sj mengikat urk hal2 yg secara tegas dinyatakan tetapi jg utk segala sesuatu yg menurut sifat perj diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang2). Bila perj tdk ditaati maka pihak yg dirugikan dpt menempuh upaya hkm yaitu : menuntut pelaksanaan perj, menuntut ganti rugi dan me nuntut pembatalan perj bila perj itu adalah perj timbal balik / wederkerige overeenkomst. Keadaan memaksa baru ada apabila memenuhi 2 syarat yaitu pelaksanaan tdk mungkin krn ada halangan dan halangan itu bukan salah debitur. (Vide psl 1235, 1244, 1245, 1444 kuhper). Contoh A memp kewajiban menyerahkan baju yg dibelinya dr B pd waktu tertentu. Sebelum diserahkan baju terbakar maka kewjaiban A kpd B tetap ada karena A dpt mendapatkan baju yg sama dr pihak lain. Jika yg dijanjikan adalah lukisan Afandi yg sbelum diserahkan terbakar maka tdk mungkin lg A memenuhi kew.nya kpd B krn terdpt ketidakmungkinan mutlak. Psl 1444 kuhperd mengatur 3 memungkinan lain yaitu ketidakmungkinan praktis (praktische onmogelijkheid), ketidakmungkinan krn uu (wettelijke onmogelijkheid) dan ketidakmungkinan moral (morele onmogelijkheid). Contoh ketidammungkinan praktis : jika lukisan Afandi dicuri di rumah A pd tengah malam maka tdk mungkin diserahkan kpd B. Ketidakmungkinan krn undang2 mis tenyata kemudia ada larangan mengekport lukisan Afandi ke luar negeri. Ketidamungkinan moral berhub dg keselamatn pribadi, kebebasan atau kehormatan. Mis A tdk mungkin mempertaruhkan nyawanya utk menyelamatkan lukisan Afandi dari rumahnya yg sedang diamuk api. Jika kewajiban dpt dilakukan dg lebih dr satu cara maka walaupun ada halangan kew. itu tetap ada, contoh kew A mengntar sapi ke bandung terhalangi oleh karena jln ke bandung longsor sehingga tdk bisa dialalui oleh truk, maka dpt ditempuh cara lain yaitu melalui kereta api walaupun lebih mahal. Meskipun ada halangan tp jika halangan itu dpt dipertanggungjawabkan kpd debitur maka tdk ada keadaan memaksa. Suatu halangan dpt dipertanggjawabkan kpd debitur apabila : pertama halangan tsb terjadi karena kesalahan debitur (psl 1235 kuhper) atau kedua halangan tsb memang wajar sebagai resiko (mis A pemilik toko mebel hendak menyerahkan kursi yg telah dibeli kpd B, kemudian toko mebel / kursi terbakar karena kelalaian C yg menjadi pegawai A maka A tetap memp. kewj mengganti kerugian kpd B. Jika halangan memenuhi kewj terjadi dlm masa debitur cidera janji maka kewj itu tetap ada mis : A berjanji menyerahkan kursi kpd B pd tgl 1 agustus, tdk dilakukan kemudian pd tgl 2 agustus kursi terbakar maka A tetap bertnggungjawab atas kerugian B (psl 1237, 1444 ayat 1 kuhper /pengecualian pd psl 1444 ayat 2 kuhper).
Keadaan memaksa tdk pdt dipakai sebagai alasan tdk memenuhi perj jika :
1. Ada salahnya debitur.
2. Jika ada resiko yg menjadi tanggungjawab debitur mis kesalahan pegawai atau kesalahan pihak lain sbg jasa pengangkut barang.
3. Halangan pd masa cidera janji.
4. Halangan berprestasi sdh diketahui terlebih dahulu oleh debitur mis debitur sdh mengetahui bahwa akan ada aturan yg melarang ekport barang tertentu ke LN tp tetap saja membuat perj dg pihak lain.
5. Halangan krn alat atau sarana yg dipakai cacad mis : mengirim barang 10 ton pakai truk yang maks muatnnya 5 ton maka jika dlm perj. as truk patah maka itu bukan halangan memenuhi perj tepat waktu.
Keadaan memaksa dlm kuhper bersifat fakultatif jd dpt disimpangi dlm perj yg dibuat. Kebebasan mereka hanya dibatasi oleh : pertama penyebabnya yg hrs halal (geoorloofde oorzaak / psl 1335, 1337 kuhper), kedua ada itikad baik / psl 1338 kuhper). Contoh : A janji mengekspor 100 patung Bali ke B di Jerman, ternyata kemudian ada larangan oleh pemerintah, tp dlm perj sdh ada ketentuan bahwa “export dijamin maka A wajib memberi ganti rugi kpd B krn sdh disepakati. Contoh lain jika A janji membangun rmh B, dlm perj disepakati jika terjadi hambatan berkenaan dg pembelian bahan bangunan oleh A maka keadaan demikian merupakan keadaan yg memaksa. Psl 1391 kuhper : seorang debitur bertanggungjawab atas kesalahan/kelalaian dari pihak ketiga yg jasanya dipakai utk melaksanakan suatu perj, maka tdk ada keadaan memaksa. Tetapi jika disepakati maka A dpt dibebaskan dr tanggungjawab karena keterlambatan pemb rmh dll. Disini dijumpai perluasan pengertian keadaan memaksa. Sifat halangan sangat besar pengaruhnya atas akibat keadaan memaksa. Apabila halangan tsb bersifat mutlak maka debitur utk selamanya maka debitur tdk wajib melaksanakan perj yg ia buat. Kebalikannya jika keadaan memaksa bersifat sementara maka sesudah berakhirnya keadaan memaksa debitur wajib melaksanakan perj itu.
Perj mengikat para pihak, tdk mengikat pihak ketiga, pembebanan pd pihak ketiga pd dasarnya hanya menjadi wewenang pembuat uu (psl 1315 dan 1340 kuhper). Semua asas itu ada pengecualian demikian jg asas perj hanya mengikat para pihak ada pengecualiannya. Contoh : janji utk kepentingan pihak ketiga.
SAHNYA PERJANJIAN
[ Sahnya Perjanjian ]
4 syarat : sepakat, cakap, hal tertentu, sebab yg halal.
Kesepakatan : pengerian sepakat, teori kehendak, teori pernyataan dan teori kepercayaan.
Cacad kehendak dlm kesepakatan : suatu cacad kehendak terjadi bilamana seseorang telah melakukan suatu perbuatan hukum padahal kehendaknya terbentuk secara tdk sempurna. Perbuatan hukum mensyaratkan adanya kehendak yg tertuju pd suatu akibat hukum tertentu sebagaimana terwujud dlm suatu pernyataan. Sekalipun kehendak n pernyataan bersesuaian suatu tindakan hukum dpt dibatalkan jika memenuhi syarat2 tertentu. Kuhperdata mengatur ihwal akibat dari kekeliruan/kesesatan (dwaling), kekerasan / paksaan(bedreiging, dwang), dan penipuan (bedrog) dlm ketentuan psl 1322- 1328 kuhperdata). Sedangkan ihwal penyalagunaan keadaan tdk kita temukan pengaturannya dlm kuhperdata. Penipuan terjadi jika seseorang sengaja dg kehendak dan pengetahuan (willens en wetens) menimbulkan kesesatan pd orang lain. Penipuan terjadi tdk saja jika suatu fakta sengaja tdk diungkapkan atau disembunyikan tetapi juga bilamana suatu informasi secara keliru dg sengaja diberikan atau terjadi dg tipu daya lainnya. Dlm hal2 tertentu jika kesengajaan (opzet) tdk bersumber dari perbuatannya sendiri/penipu maka pihak yg tertipu harus membuktikan adanya kesengajaan tsb. (Dr. Herlien Budiono, SH, Ajaran Umum Hukum Perjanjian dan Penerpannya di Bidang Kenotariatan, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2014, hal. 99).
MELAWAN HUKUM PIDANA
[ Ajaran melawan hukum dlm pidana ]
Melawan hukum memp arti yg luas :
1. Bertentangan dg kepentingan hukum orang lain.
2. Bertentangan dg hak subjektif orang lain.
3. Bertenrangan dg UU.
4. Bertentangan dg hukum tdk tertulis.
5. Tanpa wewenang.
6. Tanpa hak.
Pengertian melawan hukum dlm rumusan tindak pidana bersifat khusus , tdk bersifat umum, berbeda antara pasal yg satu dg pasal yg lain.
Contoh : perbuatan melanggar hukum yg melanggar hak subjektif orang lain : melanggar Psl 167 ayat 1 Kuhp / masuk pekarangan orang lain tanpa ijin.
Apabila unsur melawan hukum dirumuskan secara tegas dlm rumusan tindak pidana maka adanya unsur melawan hukum harus dibuktikan dlm sidang. Contoh : Pelanggaran Psl 362 Kuhp, harus dibuktikan apakah pengambilan barang orang dilakukan dg cara melawan hukum atau tidak. Jika tidak maka perbuatan si pelaku masuk dlm unsur Pasal 372 Kuhp / penggelapan.
Apabila unsur melawan hukum tdk dirumuskan secara tegas dlm rumusan tindak pidana maka unsur tsb tdk perlu dibuktikan.
Unsur melawan hukum secara otomatis telah terbukti dg telah dpt dibuktikan “perbuatan” yg dilarang. Contoh : Pasal 285 Kuhp / pemerkosaan. Perbuatan melawan hukum dlm Psl 285 Kuhp dianggap ada dan tdk perlu dibuktikan lagi, cukup membuktikan perbuatan saja.
Logika umum : semua pasal dlm UU pidana sudah ada unsur melawan hukum karena itulah maka dirumuskan sebagai tindak pidana dlm UU.
PERDEBATAN PERENIAL
[ Perenial ]
Perdebatan perenial : perdebatan terus menerus atau permanen. Misalnya : dlm kontrak yg diutamakan pacta sun servanda / Psl 1338 ayat 1 kuhperdata atau itikad baik / Pasal 1338 ayat 3 kuhperdata atau dlm mengambil putusan hakim mengutamakan keadilan atau kepastian ?
TAFSIR KATA
[ Tafsir “Kata” ]
Ejusdem generis : suatu kata harus ditafsirkan dalam kelompoknya.
Noscitur a sociis : memaknai suatu kata harus dihubungkan dg kalimat dimana kata itu berada.
Expressio unius est exclusio alterius : sesuatu hal yg sdh dinyatakan secara eksplisit dlm suatu keadaan maka akan menutup penerapannya dlm keadaan lain.
Administrative decision : kep. adiministrasi.
Einmalig : (Kep. adminstrasi) yg sekali selesai / perkasus, tdk dpt dipakai utk menyelesaikan kasus yg lain.