Irah-irah Putusan / Penetapan Hakim
1. Pada jaman kolonial ira-irah Putusan / Penatapan Hakim adalah ‘In Naam Des Koning” (Atas Nama Raja).
2. Pada awal kemerdekaan irah-irah Putusan / Penetapan Hakim diganti menjadi ‘Atas Nama Keadilan’.
3. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 1964 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman (saat ini sdh tdk berlaku) maka irah-irah diganti lagi menjadi ‘Demi Keadilan Berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa’ yang berlaku sampai dengan saat ini.
4. Apakah irah-irah Putusan / Penetapan Hakim saat ini sudah tepat? Tentu saja menuai pro dan kontra, akan tetapi lebih bijaksana jika Putusan / Penetapan Hakim tidak perlu membawa nama Tuhan, sekalipun Hakim yang menerbitkan Putusan/ Penetapan diharapkan berlaku adil dan bijaksana seperti Tuhan yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Apakah mungkin? Semoga………