[ Syarat Saksi Perdata ]
Formil : cakap jd saksi (hub dg pihak /utama), ket dlm sidang, diperiksa satu persatu dan sumpah; Syarat materil : 1 saksi bukan saksi, ket ada alasan dan sumber pengetahuan dan ada persesuaian.
Psl 172 HIR / Psl 1908 Kuhperdata : Hakim bebas menilai ket. saksi.
Psl 145 ayat 1 ke 1 (larangan jd saksi jika ada hub sedarah dan semendah dari salah satu pihak dlm garis lurus); Sebaliknya yg boleh mundur jd saksi / ada hak ingkar : Psl 146 ayat 1 ke 1 : saudara laki2 dan perempuan, ipar2 laki2 dan perempuan dr salah satu pihak, ke 2 : kel sedarah dlm grs lurus dan saudara2 kandung dari suami atau isteri salah satu pihak, ke 3 : yg krn kedudukan atau jabatan hrs menyimpan rahasia mis notaris, dokter dll.
Psl 1909 Kuhper : Semua orang yg cakap utk mwnjadi saksi diharuskan memberi kesaksian dimuka hakim. Namun dapatlah meminta dibebaskan dari kewajiban memberikan kesaksian :
1e. Siapa yg ada pertalian kekeluargaan darah dlm garis samping dlm derajat KEDUA atau semenda dg salah satu pihak. 2e. Siapa yg ada pertalian darah dlm grs lurus tak terbatas dan dlm grs samping dlm derajad KEDUA dg suami atau isteri salah satu pihak. 3e. Segala siapa yg krn kedudukannya, pek.nya a jab.nya menurut uu diwajibkan merahasiakan sesuatu.
Tidak mampu jd saksi :
A. Secara mutlak (Psl 145 ayat 4 HIR, Psl 1912 ayat 2 Kuhper : kel sedarah dan semendah menueut grs lurus (psl 145 ayat 1 sub 1e HIR), isteri / suami dr salah satu pihak meskipun sdh cerai (psl 145 ayat 1 sub 2e HIR). *Kecuali perkara mengenai keperdataan salah satu pihak, perkara mengenai nafkah yg hrs dibayar meliputi pembiayaan, pemeliharaan dan pendidikan (psl 41 UU No. 1 thn 1974 jo psl 24 PP 9/1975*.
B. Secara relatif : anak2 dibawah 15 thn dan orang gila, boleh jd saksi tanpa sumpah dan ketnya bukan alat bukti.
Pengecualian: Dalam perkara perceraian maka tidak ada larangan untuk menjadi saksi orang yang ada huhungan darah atau hubungan semenda dg para pihak, contoh : ibu kandung, ayah kadung, adik / kakak kandung dll.